Aki Yuasa untuk Yamaha SR 500

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk Yamaha SR 500. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

YUMICRON & CONVENTIONAL YB7-A-(BA) UNTUK YAMAHA SR 500.

Pengendaraan dengan Yamaha SR 500 di lingkungan perkotaan yang padat sering kali menjadi tantangan tersendiri. Dalam situasi lalu lintas yang penuh dengan stop-and-go, performa mesin yang optimal sangat tergantung pada kemampuan aki untuk menyediakan tenaga listrik yang stabil. Kualitas sistem kelistrikan, termasuk starter yang responsif dan performa lampu, sangat dipengaruhi oleh kondisi aki. Dengan karakteristik kompresi mesin yang unik, Yamaha SR 500 membutuhkan sumber daya yang handal agar setiap perjalanan tetap menyenangkan dan tanpa hambatan.

Aki C-YB7-A-(BA) merupakan solusi ideal untuk memenuhi kebutuhan daya listrik Yamaha SR 500. Tipe aki ini dirancang dengan durabilitas pelat yang tinggi, memberikan performa pengapian yang optimal dan memastikan mesin Anda tetap hidup dengan baik. Aktivasi yang mudah melalui metode Dry Charged menambah kepraktisan, membuatnya siap pakai dalam waktu singkat. Dengan toleransi panas ruang mesin tropis yang baik, aki ini menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan keandalan lebih dalam berkendara.

Spesifikasi YB7-A-(BA)
Tegangan (Voltage) 12 V
Kapasitas (Capacity) 8 AH
Cold Cranking Amps (CCA) 105
Panjang (Length) 137 mm
Lebar (Width) 76 mm
Tinggi (Height) 134 mm
Berat (Weight) 3 KG
Aki Yuasa YB7-A-(BA) untuk Yamaha SR 500
Tanya Jawab Perawatan Aki

Usia pakai sangat bergantung pada spesifikasi spul (stator) dan kiprok (regulator/rectifier). Menggunakan sistem dry charge, penyimpanannya dijamin tanpa degradasi. Jika sistem kelistrikan motor sehat, usianya bisa sangat panjang.

Wajib kontrol ketat. Panas area mesin dan proses charging alami membuat elektrolit rentan menguap. Pastikan cairan berada presisi di garis UPPER dan LOWER. Jika sampai kering, pelat sel akan melengkung (warping) dan rontok.

Relay starter hanya berbunyi 'cethak-cethak' tapi dinamo gagal berputar. Ini pertanda suplai ampere sudah tidak sanggup mengangkat beban akibat selimut kristal sulfat (Sulfation) di penampang pelat.

Penyakit utama motor garasi adalah self-discharge. Untungnya, tipe ini dibekali formula kimia 'Sulfate Stop' untuk menekan kristalisasi. Namun secara mekanis, mesin tetap wajib dipanaskan agar ada siklus pengisian arus dari spul ke aki.

Ketika tegangan aki diukur gampang sekali drop, dan saat di-charge menggunakan trafo sudah tidak mampu lagi menyimpan arus (sel mati total akibat sulfasi parah).