Aki Yuasa untuk Yamaha RX-S (1999)

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk Yamaha RX-S (1999). Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

YUMICRON & CONVENTIONAL 6N4-2A-2 UNTUK YAMAHA RX-S (1999).

Dalam menghadapi beban lalu lintas perkotaan yang padat, motor Yamaha RX-S (1999) memerlukan komponen yang mampu mendukung performa berkendara secara optimal. Setiap kali Anda berhenti dan melanjutkan perjalanan, beban yang diterima oleh sistem kelistrikan menjadi sangat tinggi. Dalam situasi ini, sistem starter yang responsif dan efisien menjadi kunci untuk menjaga agar motor tetap berjalan dengan baik. Aki yang kuat dan tahan lama sangat penting untuk memastikan kelancaran fungsi serta meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama di lingkungan urban yang penuh tantangan.

Sebagai solusi yang ideal, aki tipe Conventional Yumicron C-6N4-2A-2 hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan performa yang dapat diandalkan. Dengan desain pelat aki yang tahan lama dan kemudahan aktivasi yang efisien, Anda dapat merasakan performa pengapian yang tinggi setiap kali menghidupkan mesin. Aki ini dirancang untuk memberikan CCA stabil, sehingga dapat beroperasi dengan baik meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem. Dengan perawatan yang tepat, aki ini akan memberikan umur pakai panjang, menjadikannya pilihan tepat untuk motor Anda.

Spesifikasi 6N4-2A-2
Tegangan (Voltage) 6 V
Kapasitas (Capacity) 4 AH
Panjang (Length) 71 mm
Lebar (Width) 71 mm
Tinggi (Height) 96 mm
Berat (Weight) 0.8 KG
Aki Yuasa 6N4-2A-2 untuk Yamaha RX-S (1999)
Tanya Jawab Perawatan Aki

Usia pakai sangat bergantung pada spesifikasi spul (stator) dan kiprok (regulator/rectifier). Menggunakan sistem dry charge, penyimpanannya dijamin tanpa degradasi. Jika sistem kelistrikan motor sehat, usianya bisa sangat panjang.

Wajib kontrol ketat. Panas area mesin dan proses charging alami membuat elektrolit rentan menguap. Pastikan cairan berada presisi di garis UPPER dan LOWER. Jika sampai kering, pelat sel akan melengkung (warping) dan rontok.

Relay starter hanya berbunyi 'cethak-cethak' tapi dinamo gagal berputar. Ini pertanda suplai ampere sudah tidak sanggup mengangkat beban akibat selimut kristal sulfat (Sulfation) di penampang pelat.

Penyakit utama motor garasi adalah self-discharge. Untungnya, tipe ini dibekali formula kimia 'Sulfate Stop' untuk menekan kristalisasi. Namun secara mekanis, mesin tetap wajib dipanaskan agar ada siklus pengisian arus dari spul ke aki.

Ketika tegangan aki diukur gampang sekali drop, dan saat di-charge menggunakan trafo sudah tidak mampu lagi menyimpan arus (sel mati total akibat sulfasi parah).