Aki Yuasa untuk Yamaha LS-3 (1999)

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk Yamaha LS-3 (1999). Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

YUMICRON & CONVENTIONAL 6N4-2A-2 UNTUK YAMAHA LS-3 (1999).

Dinamika berkendara pada Yamaha LS-3 (1999) menghadirkan tantangan unik, terutama dalam situasi lalu lintas perkotaan yang sering kali menghadapi kondisi stop-and-go. Ketika mesin dinyalakan dan dimatikan berulang kali, penting untuk memastikan bahwa performa pengapian tetap optimal. Kualitas aki yang baik akan mendukung mesin untuk memberikan tenaga yang diperlukan di setiap keadaan, sehingga pengalaman berkendara tetap menyenangkan, meskipun dalam situasi yang sibuk dan padat.

Sebagai solusi terbaik, aki C-6N4-2A-2 dari kategori Yumicron dan Conventional menawarkan durabilitas pelat aki yang luar biasa, memungkinkan aktivasi yang mudah dan responsif. Dengan desain yang dirancang untuk memberikan performa pengapian tinggi, aki ini mampu memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan yang semakin kompleks. Dengan toleransi panas ruang mesin tropis yang baik, produk ini siap untuk menghadapi tantangan iklim yang ekstrem dan memastikan Yamaha LS-3 Anda tetap berfungsi dengan optimal.

Spesifikasi 6N4-2A-2
Tegangan (Voltage) 6 V
Kapasitas (Capacity) 4 AH
Panjang (Length) 71 mm
Lebar (Width) 71 mm
Tinggi (Height) 96 mm
Berat (Weight) 0.8 KG
Aki Yuasa 6N4-2A-2 untuk Yamaha LS-3 (1999)
Tanya Jawab Perawatan Aki

Usia pakai sangat bergantung pada spesifikasi spul (stator) dan kiprok (regulator/rectifier). Menggunakan sistem dry charge, penyimpanannya dijamin tanpa degradasi. Jika sistem kelistrikan motor sehat, usianya bisa sangat panjang.

Wajib kontrol ketat. Panas area mesin dan proses charging alami membuat elektrolit rentan menguap. Pastikan cairan berada presisi di garis UPPER dan LOWER. Jika sampai kering, pelat sel akan melengkung (warping) dan rontok.

Relay starter hanya berbunyi 'cethak-cethak' tapi dinamo gagal berputar. Ini pertanda suplai ampere sudah tidak sanggup mengangkat beban akibat selimut kristal sulfat (Sulfation) di penampang pelat.

Penyakit utama motor garasi adalah self-discharge. Untungnya, tipe ini dibekali formula kimia 'Sulfate Stop' untuk menekan kristalisasi. Namun secara mekanis, mesin tetap wajib dipanaskan agar ada siklus pengisian arus dari spul ke aki.

Ketika tegangan aki diukur gampang sekali drop, dan saat di-charge menggunakan trafo sudah tidak mampu lagi menyimpan arus (sel mati total akibat sulfasi parah).