Aki Yuasa untuk Yamaha DX-100 (1999)

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk Yamaha DX-100 (1999). Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

YUMICRON & CONVENTIONAL 6N4-2A-2 UNTUK YAMAHA DX-100 (1999).

Menghadapi tantangan lalu lintas perkotaan, Motor Yamaha DX-100 (1999) memerlukan performa yang handal, terutama saat menghadapi situasi stop-and-go. Dalam kondisi ini, kebutuhan untuk memastikan mesin tetap berfungsi optimal sangatlah penting. Starter awal yang responsif dan kinerja yang stabil menjadi kunci untuk mengatasi kemacetan. Dengan karakteristik kompresi mesin yang baik, motor ini memerlukan dukungan dari sistem kelistrikan yang kokoh agar bisa tetap beroperasi dengan baik di tengah hiruk-pikuk kota.

Aki C-6N4-2A-2 dari kategori Yumicron & Conventional adalah pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan daya Motor Yamaha DX-100 Anda. Dengan desain pelat aki yang tahan lama dan kemudahan aktivasi, aki ini siap memberikan performa pengapian yang tinggi. Ditenagai oleh teknologi yang memastikan toleransi panas ruang mesin tropis, Anda dapat mengandalkan daya tahan aki ini dalam berbagai kondisi. Jangan ragu untuk memilih produk ini sebagai solusi terbaik untuk menjaga performa motor Anda di setiap perjalanan.

Spesifikasi 6N4-2A-2
Tegangan (Voltage) 6 V
Kapasitas (Capacity) 4 AH
Panjang (Length) 71 mm
Lebar (Width) 71 mm
Tinggi (Height) 96 mm
Berat (Weight) 0.8 KG
Aki Yuasa 6N4-2A-2 untuk Yamaha DX-100 (1999)
Tanya Jawab Perawatan Aki

Usia pakai sangat bergantung pada spesifikasi spul (stator) dan kiprok (regulator/rectifier). Menggunakan sistem dry charge, penyimpanannya dijamin tanpa degradasi. Jika sistem kelistrikan motor sehat, usianya bisa sangat panjang.

Wajib kontrol ketat. Panas area mesin dan proses charging alami membuat elektrolit rentan menguap. Pastikan cairan berada presisi di garis UPPER dan LOWER. Jika sampai kering, pelat sel akan melengkung (warping) dan rontok.

Relay starter hanya berbunyi 'cethak-cethak' tapi dinamo gagal berputar. Ini pertanda suplai ampere sudah tidak sanggup mengangkat beban akibat selimut kristal sulfat (Sulfation) di penampang pelat.

Penyakit utama motor garasi adalah self-discharge. Untungnya, tipe ini dibekali formula kimia 'Sulfate Stop' untuk menekan kristalisasi. Namun secara mekanis, mesin tetap wajib dipanaskan agar ada siklus pengisian arus dari spul ke aki.

Ketika tegangan aki diukur gampang sekali drop, dan saat di-charge menggunakan trafo sudah tidak mampu lagi menyimpan arus (sel mati total akibat sulfasi parah).