Aki Yuasa untuk UD Quester

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk UD Quester. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

PAFECTA N-120 UNTUK UD QUESTER.

Dinamika berkendara dengan mobil UD Quester sangat memerlukan keandalan sistem kelistrikan, terutama saat menghadapi berbagai kondisi jalan. Dalam situasi lalu lintas perkotaan yang padat, di mana kendaraan sering kali terjebak dalam kemacetan, sistem kelistrikan yang responsif menjadi hal yang krusial. Hal ini mencakup pengoperasian sensor dan ECU yang memastikan setiap komponen mobil berfungsi optimal. Dengan permintaan yang tinggi terhadap daya, dukungan dari aki yang tepat adalah kunci untuk menjaga keseimbangan performa dan efisiensi kendaraan dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

Aki Pafecta P-N-120 merupakan solusi ideal untuk mobil UD Quester, menawarkan durabilitas pelat aki yang unggul dan kemudahan aktivasi yang cepat. Dengan kemampuan pengapian tinggi, aki ini dirancang untuk memberikan performa yang maksimal, terlepas dari kondisi penggunaan. Bahkan dalam iklim tropis yang ekstrem, CCA stabil dari aki ini menjamin daya tahan yang luar biasa. Pilihan yang tepat untuk menjaga sistem kelistrikan mobil Anda tetap optimal adalah investasi yang tidak boleh diabaikan.

Spesifikasi N-120
Tegangan (Voltage) 12 V
Kapasitas (Capacity) 120 AH
Cold Cranking Amps (CCA) 720
Panjang (Length) 502 mm
Lebar (Width) 182 mm
Tinggi (Height) 211 mm
Berat (Weight) 23.08 KG
Aki Yuasa N-120 untuk UD Quester
Tanya Jawab Perawatan Aki

Secara teknis, usia pakai sangat bergantung pada siklus pengisian alternator dan beban kelistrikan mobil. Pafecta ini mengusung teknologi dry charge, artinya pelat timahnya tidak akan aktif beroksidasi selama belum terkena elektrolit. Jika maintenance cairan presisi, masa pakainya bisa melampaui standar.

Wajib mutlak! Anda harus mengontrol berat jenis (specific gravity) dan volume elektrolit (H2SO4) agar tetap di antara ambang UPPER dan LOWER LEVEL. Kekurangan cairan membuat sel overheating, sementara kelebihan berisiko overspill yang memicu korosi terminal. Lap sisa kotoran dengan kain lembab untuk mencegah percikan statis (static spark).

Indikator utamanya adalah penurunan nilai Cold Cranking Amps (CCA). Gejala fisiknya, dinamo starter terasa berat saat cranking. Ini terjadi akibat Sulfation—mengerasnya kristal timbal sulfat pada pelat yang membuat resistensi internal aki naik drastis.

Mobil yang diam akan mengalami self-discharge. Data riset 95% aki mati konyol akibat undercharge berkepanjangan yang memicu sulfasi kronis. Solusi teknisnya: panaskan mesin secara rutin agar alternator dapat menyuplai tegangan ideal untuk merontokkan bibit sulfat.

Segera lakukan penggantian saat diukur menggunakan battery tester nilai CCA dan State of Health (SoH)-nya sudah drop di bawah batas toleransi, atau jika secara visual terlihat casing aki mulai melengkung (bulging), retak, dan sel di dalamnya rontok.