Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk SUZUKI Thunder 250 (2000). Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.
Yuasa menggunakan teknologi calcium-calcium yang memberikan performa starter optimal, bebas perawatan, dan ketahanan lebih lama dibandingkan aki konvensional — pilihan tepat untuk SUZUKI Thunder 250 (2000) Anda.
| Tegangan (Voltage) | 12 V |
| Kapasitas (Capacity) | 10 AH |
| Cold Cranking Amps (CCA) | 100 |
| Panjang (Length) | 136 mm |
| Lebar (Width) | 91 mm |
| Tinggi (Height) | 146 mm |
| Berat (Weight) | 3.5 KG |
Usia pakai sangat bergantung pada spesifikasi spul (stator) dan kiprok (regulator/rectifier). Menggunakan sistem dry charge, penyimpanannya dijamin tanpa degradasi. Jika sistem kelistrikan motor sehat, usianya bisa sangat panjang.
Wajib kontrol ketat. Panas area mesin dan proses charging alami membuat elektrolit rentan menguap. Pastikan cairan berada presisi di garis UPPER dan LOWER. Jika sampai kering, pelat sel akan melengkung (warping) dan rontok.
Relay starter hanya berbunyi 'cethak-cethak' tapi dinamo gagal berputar. Ini pertanda suplai ampere sudah tidak sanggup mengangkat beban akibat selimut kristal sulfat (Sulfation) di penampang pelat.
Penyakit utama motor garasi adalah self-discharge. Untungnya, tipe ini dibekali formula kimia 'Sulfate Stop' untuk menekan kristalisasi. Namun secara mekanis, mesin tetap wajib dipanaskan agar ada siklus pengisian arus dari spul ke aki.
Ketika tegangan aki diukur gampang sekali drop, dan saat di-charge menggunakan trafo sudah tidak mampu lagi menyimpan arus (sel mati total akibat sulfasi parah).