Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk SUZUKI Satria 120 (2002). Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.
Yuasa menggunakan teknologi calcium-calcium yang memberikan performa starter optimal, bebas perawatan, dan ketahanan lebih lama dibandingkan aki konvensional — pilihan tepat untuk SUZUKI Satria 120 (2002) Anda.
| Tegangan (Voltage) | 12 V |
| Kapasitas (Capacity) | 3 AH |
| Cold Cranking Amps (CCA) | 30 |
| Panjang (Length) | 99 mm |
| Lebar (Width) | 57 mm |
| Tinggi (Height) | 111 mm |
| Berat (Weight) | 1.3 KG |
Usia pakai sangat bergantung pada spesifikasi spul (stator) dan kiprok (regulator/rectifier). Menggunakan sistem dry charge, penyimpanannya dijamin tanpa degradasi. Jika sistem kelistrikan motor sehat, usianya bisa sangat panjang.
Wajib kontrol ketat. Panas area mesin dan proses charging alami membuat elektrolit rentan menguap. Pastikan cairan berada presisi di garis UPPER dan LOWER. Jika sampai kering, pelat sel akan melengkung (warping) dan rontok.
Relay starter hanya berbunyi 'cethak-cethak' tapi dinamo gagal berputar. Ini pertanda suplai ampere sudah tidak sanggup mengangkat beban akibat selimut kristal sulfat (Sulfation) di penampang pelat.
Penyakit utama motor garasi adalah self-discharge. Untungnya, tipe ini dibekali formula kimia 'Sulfate Stop' untuk menekan kristalisasi. Namun secara mekanis, mesin tetap wajib dipanaskan agar ada siklus pengisian arus dari spul ke aki.
Ketika tegangan aki diukur gampang sekali drop, dan saat di-charge menggunakan trafo sudah tidak mampu lagi menyimpan arus (sel mati total akibat sulfasi parah).
Yuasa menggunakan teknologi calcium-calcium yang memberikan performa starter optimal, bebas perawatan, dan ketahanan lebih lama dibandingkan aki konvensional — pilihan tepat untuk SUZUKI Satria 120 (2002) Anda.
| Tegangan (Voltage) | 12 V |
| Kapasitas (Capacity) | 6 AH |
| Panjang (Length) | 121 mm |
| Lebar (Width) | 61 mm |
| Tinggi (Height) | 131 mm |
| Berat (Weight) | 2 KG |
Aki ini mengadopsi teknologi VRLA (Valve Regulated Lead Acid). Karakteristiknya sangat minim penguapan dan langsung siap pakai (plug and play). Ideal dan berumur panjang untuk menunjang beban sensor dan sistem injeksi (FI) kelistrikan motor masa kini.
Tidak perlu ritual menambah air aki karena sistemnya tertutup. Namun, secara teknis Anda wajib memastikan output tegangan dari kiprok/regulator normal. Jika terjadi overcharge (di atas 14.5V), aki VRLA bisa melembung (over-pressurized).
Starter elektrik terasa sangat berat, atau indikator di speedometer (dan ECU pada motor injeksi) sering restart/berkedip sendiri saat tombol starter ditekan akibat tegangan drop parah di bawah 10 volt.
Formula 'Sulfate Stop' pada Yuasa MF sangat ampuh memperlambat sulfasi internal saat motor idle. Tapi jika ditinggal berbulan-bulan, sangat disarankan mencabut terminal negatif atau maintain menggunakan trickle charger otomatis.
Aki tipe tertutup ini tidak dirancang untuk diakali dengan suntikan cairan zuur tambahan. Jika di-charge voltasenya tetap drop saat diberi beban kerja starter, itu vonis mati; segera ganti baru untuk melindungi perangkat ECU motor.