Aki Yuasa untuk MERCEDES BENZ Bus 917 GF/OF/OH

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk MERCEDES BENZ Bus 917 GF/OF/OH. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

PAFECTA N-150 UNTUK MERCEDES BENZ BUS 917 GF/OF/OH.

Dinamika berkendara dengan MERCEDES BENZ Bus 917 GF/OF/OH sangat dipengaruhi oleh karakteristik kompresi mesin saat starter awal. Ketika kendaraan ini beroperasi dalam lingkungan yang menuntut, seperti saat menyalakan mesin di suhu dingin atau saat menghadapi tanjakan, penting untuk memiliki dukungan sistem kelistrikan yang handal. Aki yang optimal akan memastikan bahwa mesin dapat menyala dengan cepat dan responsif, memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan efisien, sekaligus menjaga performa mesin tetap stabil.

Sebagai solusi terbaik, aki Pafecta dengan SKU P-N-150 dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kendaraan ini. Dengan pelat aki yang tahan lama dan kemudahan aktivasi, aki ini menawarkan performa pengapian yang tinggi pada setiap perjalanan. Selain itu, keunggulan dari aki ini juga terletak pada CCA stabil yang mendukung daya yang konsisten saat mesin dihidupkan. Dengan menggunakan aki ini, pemilik kendaraan dapat merasakan kepraktisan dan keandalan yang dibutuhkan dalam setiap perjalanan.

Spesifikasi N-150
Tegangan (Voltage) 12 V
Kapasitas (Capacity) 150 AH
Cold Cranking Amps (CCA) 870
Panjang (Length) 507 mm
Lebar (Width) 222 mm
Tinggi (Height) 211 mm
Berat (Weight) 27.8 KG
Aki Yuasa N-150 untuk MERCEDES BENZ Bus 917 GF/OF/OH
Tanya Jawab Perawatan Aki

Secara teknis, usia pakai sangat bergantung pada siklus pengisian alternator dan beban kelistrikan mobil. Pafecta ini mengusung teknologi dry charge, artinya pelat timahnya tidak akan aktif beroksidasi selama belum terkena elektrolit. Jika maintenance cairan presisi, masa pakainya bisa melampaui standar.

Wajib mutlak! Anda harus mengontrol berat jenis (specific gravity) dan volume elektrolit (H2SO4) agar tetap di antara ambang UPPER dan LOWER LEVEL. Kekurangan cairan membuat sel overheating, sementara kelebihan berisiko overspill yang memicu korosi terminal. Lap sisa kotoran dengan kain lembab untuk mencegah percikan statis (static spark).

Indikator utamanya adalah penurunan nilai Cold Cranking Amps (CCA). Gejala fisiknya, dinamo starter terasa berat saat cranking. Ini terjadi akibat Sulfation—mengerasnya kristal timbal sulfat pada pelat yang membuat resistensi internal aki naik drastis.

Mobil yang diam akan mengalami self-discharge. Data riset 95% aki mati konyol akibat undercharge berkepanjangan yang memicu sulfasi kronis. Solusi teknisnya: panaskan mesin secara rutin agar alternator dapat menyuplai tegangan ideal untuk merontokkan bibit sulfat.

Segera lakukan penggantian saat diukur menggunakan battery tester nilai CCA dan State of Health (SoH)-nya sudah drop di bawah batas toleransi, atau jika secara visual terlihat casing aki mulai melengkung (bulging), retak, dan sel di dalamnya rontok.