Aki Yuasa untuk MERCEDES BENZ Bus 508 GF/OF/OH

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk MERCEDES BENZ Bus 508 GF/OF/OH. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

PAFECTA N-150 UNTUK MERCEDES BENZ BUS 508 GF/OF/OH.

Dalam menghadapi beban lalu lintas perkotaan yang sering kali melibatkan situasi stop-and-go, mobil MERCEDES BENZ Bus 508 GF/OF/OH memerlukan performa yang unggul dari sistem kelistrikan. Dinamika berkendara yang intens ini menuntut keandalan tinggi dari komponen-komponennya, termasuk aki. Dengan berbagai fitur modern yang mengandalkan sensor dan ECU, penting untuk memastikan bahwa daya yang disuplai tetap stabil dan kuat, sehingga setiap perjalanan tetap nyaman meskipun dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Sebagai solusi ideal, aki Pafecta SKU P-N-150 menawarkan durabilitas pelat aki yang luar biasa serta kemudahan aktivasi dengan sistem Dry Charged. Dirancang untuk memberikan performa pengapian tinggi, aki ini sangat kompeten dalam memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan modern, termasuk saat mesin dihidupkan. Ditambah lagi, dengan toleransi panas ruang mesin tropis yang baik, aki ini dapat bertahan dalam berbagai kondisi cuaca, memastikan setiap perjalanan tetap optimal dan tanpa kendala.

Spesifikasi N-150
Tegangan (Voltage) 12 V
Kapasitas (Capacity) 150 AH
Cold Cranking Amps (CCA) 870
Panjang (Length) 507 mm
Lebar (Width) 222 mm
Tinggi (Height) 211 mm
Berat (Weight) 27.8 KG
Aki Yuasa N-150 untuk MERCEDES BENZ Bus 508 GF/OF/OH
Tanya Jawab Perawatan Aki

Secara teknis, usia pakai sangat bergantung pada siklus pengisian alternator dan beban kelistrikan mobil. Pafecta ini mengusung teknologi dry charge, artinya pelat timahnya tidak akan aktif beroksidasi selama belum terkena elektrolit. Jika maintenance cairan presisi, masa pakainya bisa melampaui standar.

Wajib mutlak! Anda harus mengontrol berat jenis (specific gravity) dan volume elektrolit (H2SO4) agar tetap di antara ambang UPPER dan LOWER LEVEL. Kekurangan cairan membuat sel overheating, sementara kelebihan berisiko overspill yang memicu korosi terminal. Lap sisa kotoran dengan kain lembab untuk mencegah percikan statis (static spark).

Indikator utamanya adalah penurunan nilai Cold Cranking Amps (CCA). Gejala fisiknya, dinamo starter terasa berat saat cranking. Ini terjadi akibat Sulfation—mengerasnya kristal timbal sulfat pada pelat yang membuat resistensi internal aki naik drastis.

Mobil yang diam akan mengalami self-discharge. Data riset 95% aki mati konyol akibat undercharge berkepanjangan yang memicu sulfasi kronis. Solusi teknisnya: panaskan mesin secara rutin agar alternator dapat menyuplai tegangan ideal untuk merontokkan bibit sulfat.

Segera lakukan penggantian saat diukur menggunakan battery tester nilai CCA dan State of Health (SoH)-nya sudah drop di bawah batas toleransi, atau jika secara visual terlihat casing aki mulai melengkung (bulging), retak, dan sel di dalamnya rontok.