Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk FAW Tractor Head DB 300 TH/6X4. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.
Dinamika berkendara mobil FAW Tractor Head DB 300 TH/6X4 sangat dipengaruhi oleh karakteristik kompresi mesin saat starter awal. Dalam situasi ini, kemampuan mesin untuk memulai dengan lancar sangat penting, terutama saat menghadapi kondisi yang menuntut seperti cuaca dingin atau medan yang berat. Penggerak yang kuat dan responsif membantu mengoptimalkan performa kendaraan, memberikan pengalaman berkendara yang lebih efisien dan menyenangkan, serta memastikan kendaraan siap beroperasi dalam berbagai situasi.
Sebagai solusi terbaik untuk kebutuhan energi kendaraan ini, aki Pafecta menawarkan durabilitas pelat aki yang luar biasa dan kemudahan aktivasi yang memudahkan pengguna saat pengisian awal. Dengan performa pengapian tinggi, aki ini dirancang untuk memberikan daya yang stabil dan andal, sehingga memenuhi tuntutan sistem kelistrikan modern. Dikenal dengan toleransi panas ruang mesin tropis yang baik, aki Pafecta memastikan bahwa kendaraan tetap beroperasi optimal di lingkungan yang menantang.
| Tegangan (Voltage) | 12 V |
| Kapasitas (Capacity) | 120 AH |
| Cold Cranking Amps (CCA) | 720 |
| Panjang (Length) | 502 mm |
| Lebar (Width) | 182 mm |
| Tinggi (Height) | 211 mm |
| Berat (Weight) | 23.08 KG |
Secara teknis, usia pakai sangat bergantung pada siklus pengisian alternator dan beban kelistrikan mobil. Pafecta ini mengusung teknologi dry charge, artinya pelat timahnya tidak akan aktif beroksidasi selama belum terkena elektrolit. Jika maintenance cairan presisi, masa pakainya bisa melampaui standar.
Wajib mutlak! Anda harus mengontrol berat jenis (specific gravity) dan volume elektrolit (H2SO4) agar tetap di antara ambang UPPER dan LOWER LEVEL. Kekurangan cairan membuat sel overheating, sementara kelebihan berisiko overspill yang memicu korosi terminal. Lap sisa kotoran dengan kain lembab untuk mencegah percikan statis (static spark).
Indikator utamanya adalah penurunan nilai Cold Cranking Amps (CCA). Gejala fisiknya, dinamo starter terasa berat saat cranking. Ini terjadi akibat Sulfation—mengerasnya kristal timbal sulfat pada pelat yang membuat resistensi internal aki naik drastis.
Mobil yang diam akan mengalami self-discharge. Data riset 95% aki mati konyol akibat undercharge berkepanjangan yang memicu sulfasi kronis. Solusi teknisnya: panaskan mesin secara rutin agar alternator dapat menyuplai tegangan ideal untuk merontokkan bibit sulfat.
Segera lakukan penggantian saat diukur menggunakan battery tester nilai CCA dan State of Health (SoH)-nya sudah drop di bawah batas toleransi, atau jika secara visual terlihat casing aki mulai melengkung (bulging), retak, dan sel di dalamnya rontok.