Aki Yuasa untuk FAW Dump Truck HD 360 DT/8X4

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk FAW Dump Truck HD 360 DT/8X4. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

PAFECTA N-150 UNTUK FAW DUMP TRUCK HD 360 DT/8X4.

Dinamika berkendara dengan FAW Dump Truck HD 360 DT/8X4 sangat dipengaruhi oleh karakteristik kompresi mesin saat starter awal. Dalam kondisi beban berat dan lalu lintas yang padat, performa mesin harus optimal untuk menghindari kegagalan fungsi. Pengemudi memerlukan respons yang cepat dan stabil saat memulai kendaraan, terutama saat beroperasi di lingkungan yang menuntut. Penggunaan teknologi terkini dalam sistem mesin memungkinkan kendaraan ini untuk tetap tangguh dan siap menghadapi tantangan berat di lapangan, memberikan kepercayaan lebih kepada pengemudi.

Aki P-N-150 tipe Pafecta merupakan pilihan ideal untuk mobil ini, menawarkan durabilitas pelat aki yang superior dan kemudahan aktivasi melalui proses Dry Charged. Dengan performa pengapian tinggi, aki ini siap mendukung berbagai kebutuhan sistem kelistrikan modern yang ada pada FAW Dump Truck HD 360 DT/8X4. Selain itu, aki ini dirancang untuk memberikan toleransi panas ruang mesin tropis, sehingga dapat diandalkan dalam berbagai kondisi cuaca dan penggunaan intensif.

Spesifikasi N-150
Tegangan (Voltage) 12 V
Kapasitas (Capacity) 150 AH
Cold Cranking Amps (CCA) 870
Panjang (Length) 507 mm
Lebar (Width) 222 mm
Tinggi (Height) 211 mm
Berat (Weight) 27.8 KG
Aki Yuasa N-150 untuk FAW Dump Truck HD 360 DT/8X4
Tanya Jawab Perawatan Aki

Secara teknis, usia pakai sangat bergantung pada siklus pengisian alternator dan beban kelistrikan mobil. Pafecta ini mengusung teknologi dry charge, artinya pelat timahnya tidak akan aktif beroksidasi selama belum terkena elektrolit. Jika maintenance cairan presisi, masa pakainya bisa melampaui standar.

Wajib mutlak! Anda harus mengontrol berat jenis (specific gravity) dan volume elektrolit (H2SO4) agar tetap di antara ambang UPPER dan LOWER LEVEL. Kekurangan cairan membuat sel overheating, sementara kelebihan berisiko overspill yang memicu korosi terminal. Lap sisa kotoran dengan kain lembab untuk mencegah percikan statis (static spark).

Indikator utamanya adalah penurunan nilai Cold Cranking Amps (CCA). Gejala fisiknya, dinamo starter terasa berat saat cranking. Ini terjadi akibat Sulfation—mengerasnya kristal timbal sulfat pada pelat yang membuat resistensi internal aki naik drastis.

Mobil yang diam akan mengalami self-discharge. Data riset 95% aki mati konyol akibat undercharge berkepanjangan yang memicu sulfasi kronis. Solusi teknisnya: panaskan mesin secara rutin agar alternator dapat menyuplai tegangan ideal untuk merontokkan bibit sulfat.

Segera lakukan penggantian saat diukur menggunakan battery tester nilai CCA dan State of Health (SoH)-nya sudah drop di bawah batas toleransi, atau jika secara visual terlihat casing aki mulai melengkung (bulging), retak, dan sel di dalamnya rontok.