Aki Yuasa untuk CHERY Omoda 5

Rekomendasi aki Yuasa terbaik untuk CHERY Omoda 5. Temukan tipe aki yang tepat, spesifikasi lengkap, dan tips perawatan aki kendaraan Anda.

PAFECTA DIN-55559 UNTUK CHERY OMODA 5.

Dalam menghadapi tantangan lalu lintas perkotaan, Mobil CHERY Omoda 5 menunjukkan performa yang mengesankan dengan kemampuan beradaptasi terhadap situasi stop-and-go. Dinamika berkendara ini memerlukan dukungan yang kuat dari sistem kelistrikan, termasuk pengoperasian sensor dan ECU yang terus aktif. Dalam kondisi ini, aki yang handal menjadi kunci untuk memastikan semua komponen berfungsi optimal, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengemudi serta penumpang.

Sebagai solusi terbaik untuk kebutuhan mobil Anda, aki Pafecta dengan SKU P-DIN-55559 hadir dengan keunggulan durabilitas pelat aki yang luar biasa. Produk ini memudahkan aktivasi berkat teknologi Dry Charged yang efisien, serta menawarkan performa pengapian tinggi untuk mendukung pengoperasian mesin. Dengan toleransi panas ruang mesin tropis yang baik, aki ini siap memberikan daya tahan dalam berbagai kondisi, menjadikannya pilihan ideal untuk CHERY Omoda 5.

Spesifikasi DIN-55559
Tegangan (Voltage) 12 V
Kapasitas (Capacity) 55 AH
Cold Cranking Amps (CCA) 390
Panjang (Length) 247 mm
Lebar (Width) 175 mm
Tinggi (Height) 190 mm
Berat (Weight) 9.88 KG
Aki Yuasa DIN-55559 untuk CHERY Omoda 5
Tanya Jawab Perawatan Aki

Secara teknis, usia pakai sangat bergantung pada siklus pengisian alternator dan beban kelistrikan mobil. Pafecta ini mengusung teknologi dry charge, artinya pelat timahnya tidak akan aktif beroksidasi selama belum terkena elektrolit. Jika maintenance cairan presisi, masa pakainya bisa melampaui standar.

Wajib mutlak! Anda harus mengontrol berat jenis (specific gravity) dan volume elektrolit (H2SO4) agar tetap di antara ambang UPPER dan LOWER LEVEL. Kekurangan cairan membuat sel overheating, sementara kelebihan berisiko overspill yang memicu korosi terminal. Lap sisa kotoran dengan kain lembab untuk mencegah percikan statis (static spark).

Indikator utamanya adalah penurunan nilai Cold Cranking Amps (CCA). Gejala fisiknya, dinamo starter terasa berat saat cranking. Ini terjadi akibat Sulfation—mengerasnya kristal timbal sulfat pada pelat yang membuat resistensi internal aki naik drastis.

Mobil yang diam akan mengalami self-discharge. Data riset 95% aki mati konyol akibat undercharge berkepanjangan yang memicu sulfasi kronis. Solusi teknisnya: panaskan mesin secara rutin agar alternator dapat menyuplai tegangan ideal untuk merontokkan bibit sulfat.

Segera lakukan penggantian saat diukur menggunakan battery tester nilai CCA dan State of Health (SoH)-nya sudah drop di bawah batas toleransi, atau jika secara visual terlihat casing aki mulai melengkung (bulging), retak, dan sel di dalamnya rontok.